Tak Hanya e-Power Pada Kicks, Ini Teknologi Mobil Listrik yang Dikembangkan Nissan

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 5 November 2020

Tak Hanya e-Power Pada Kicks, Ini Teknologi Mobil Listrik yang Dikembangkan Nissan

momobil.id – Belum lama ini Nissan meluncurkan Kicks e-Power yang menawarkan teknologi berbeda dalam perkembangan mobil listrik. Berbeda dengan mobil hybrid biasa, teknologi e-Power pada Nissan menjadikan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

Artinya Kicks e-Power sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk bergerak alias electric driven. Sedangkan mesin bakarnya berfungsi sepenuhnya sebagai generator.

Pada e-Power terdiri dari kombinasi baterai dan sistem gerak yang terintegrasi mesin bensin, generator listrik, inverter, dan motor listrik. Roda penggerak Kicks e-Power di bagian depan digerakkan motor listrik, ini menawarkan sensasi berkendara halus, sunyi, dan minim getaran seperti mobil listrik murni.

Mesin bensin tidak terhubung ke roda, perannya sebagai perangkat cas baterai lithium ion. Sementara inverter berguna mengubah aliran DC dan AC untuk menyuplai energi antara baterai dan motor listrik.

Baca juga: Sejarah Toyota Yaris yang Mengaspal di Indonesia Sejak 2006

Sebelum Kicks e-Power diluncurkan, Nissan memang sudah lama berkutat dalam pengembangan teknologi mobil listrik. Setidaknya Nissan memiliki dan mengembangkan tiga teknologi mobil listrik. Berikut ulasannya seperti dilansir Liputan6.com.

e-Powertrain

Teknologi Nissan ini mengandalkan motor listrik, tanpa menyematkan mesin pembakaran. Dapat ditemukan pada Nissan Leaf yang telah dipasarkan sejak lama, dan Ariya. Versi listrik Nissan Evalia pun ada. Konfigurasi tak hanya ramah lingkungan, tapi juga menyuguhkan performa mumpuni. Unit penggerak tertanam dalam serangkaian perangkat, untuk menyalurkan dan memanen energi. Adalah inverter, reduction drive dan power delivery module (PDM).

Masing-masing memiliki fungsi sebagai berikut. Inverter mengakomodasi dinamo dalam mengonversi arus langsung menjadi bolak-balik ketika berkendara. Sebaliknya saat regenerasi. Untuk reduction drive merupakan modul yang mengatur rotasi motor dan mengirimkan daya ke roda. Mirip seperti transmisi konvensional. Sedangkan Power Delivery Module adalah unit yang terintegrasi charger. Melindungi baterai ketika diisi ulang dengan beragam konfigurasi pengisian daya.

Baterai sendiri dibentuk dari material lithium-ion yang dilaminasi. Terdiri dari 48 paket empat sel ditempatkan di lantai. Sehingga mengoptimalkan kelapangan kabin. Keberadaannya tak cuma sebagai sumber energi, tapi juga membantu dalam menjaga kestabilan mobil. Lantaran menggantikan bobot yang hilang dari absennya mesin.

FR Hybrid System (Intelligent Dual Clutch Control)

Ini adalah sistem hybrid konvensional Nissan. Namun, punya spesifikasi berbeda dengan hybrid umumnya. Konfigurasinya unik, dilengkapi motor listrik terapit dua kopling. Perangkat itu menggantikan torque converter yang biasanya ditempatkan di antara mesin dan transmisi. Sehingga tak membutuhkan tambahan dinamo sebagai pengisi daya baterai.

Ada beberapa skema kinerja hybrid milik Nissan. Ketika ingin mengandalkan motor listrik, clutch yang menghubungkan transmisi bakal aktif. Sementara kopling dari mesin melepaskan diri. Di sini baterai menjadi satu-satunya penyuplai energi.

Jika kedua clutch memutar, ada dua skema tercipta. Pertama, motor gerak dan mesin pembakaran bekerja memutar roda. Ini cocok untuk berakselerasi lebih cepat karena total power dan torsi terdistribusi semua. Kedua, dapur pacu konvensional bertindak sebagai genset sekaligus penggerak. Motor tetap aktif karena disuplai energinya dari jantung mekanis, kemudian disimpan ke baterai.

Mobil pun menyuguhkan pengalaman berkendara bervariasi. Rasa mulus tersaji, tapi tetap menciptakan akselerasi bertenaga karena dukungan mesin. Tak hanya itu, bobotnya lebih ringan lantaran berkurangnya pemakaian komponen.

Baca juga: Mobil Listrik Tak Digunakan Selama Sebulan, Begini Cara Merawatnya

e-Power

Teknologi ini tetap mengandalkan dua jantung mekanis. Namun, mesin pembakaran bekerja hanya sebagai pembangkit listrik. Alasannya sederhana, Nissan ingin memberikan pengalaman berkendara bak elektrik murni. Seperti torsi melimpah yang keluar instan dan perjalanan sunyi. Tapi tetap memberikan ketenangan dan kenyamanan, mengingat keterbatasan infrastruktur.

Soalnya inovasi ini mengeliminasi charging eksternal. Artinya mobil hanya perlu diisi bensin. Jadi tak perlu repot mencari sumber listrik untuk mengisi ulang daya listrik.


Kembali ke atas