Pertimbangkan Dua Hal Ini Sebelum Mencopot Aki ketika Mobil Jarang Digunakan

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 13 January 2021

Pertimbangkan Dua Hal Ini Sebelum Mencopot Aki ketika Mobil Jarang Digunakan

momobil.id – Mulai tanggal 11-25 Januari 2021, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan PSBB Ketat. Hal ini berpotensi membuat mobil lama terpakir di rumah karena pemiliknya melakukan kerja dari rumah alias work from home (WFH). Bagi yang harus WFH, ada beberapa tips merawat mobil ketika harus mengistirahatkan kendaraannya dalam waktu yang cukup lama seperti saat PSBB Ketat.

Salah satu tips merawat mobil yang jarang dipakai seperti saat PSBB Ketat adalah memperhatikan kondisi aki. Pertanyaan yang sering muncul, apakah perlu melepas kabel aki atau tetap membiarkannya terpasang?

Menurut Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, setidaknya ada dua pertimbangan untuk menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan terhadap aki. Berikut selengkapnya seperti dilansir kumparan.

Lama waktu mobil tak dipakai

Faktor pertama yang bisa menentukan perlu dilepas atau tidaknya kabel aki pada mobil, yakni durasi mobil tersebut akan tidak dipakai. Apabila, mobil itu direncanakan akan tidak dipakai lebih dari 7 atau 10 hari, tak ada salahnya untuk melepas kabel aki. Dan bila kurang dari itu, biarkan saja terpasang.

“Tidak perlu mencopot kabel aki, jadi supaya bisa rutin dipanaskan 2 hari sekali, agar setiap 3 persen daya aki yang terbuang setiap harinya bisa terisi kembali,” jelas Bambang.

Baca juga: Mobil Keluaran Terkini Sebaiknya Minimal Minum BBM RON 92, Ini Sebabnya

Namun ada catatan, mobil perlu sesekali dipanaskan, sehingga potensi aki drop kecil. Ini karena sifat self discharge, yang terjadi pada setiap aki mobil.

“Jadi setiap harinya daya aki mobil itu akan hilang tiga persen dari kapasitasnya. Itu karena arus yang terpakai untuk fitur-fitur saat mobil tidak dipakai,” beber Bambang.

Letak parkir mobil

Selanjutnya adalah pertimbangan soal posisi parkir mobil. Bila di ruang outdoor atau daerah rawan kejahatan, sebaiknya biarkan kabel aki terpasang. “Kalau kabel aki dilepas, konsekuensinya memang security alarm menjadi tidak bekerja. Ini lebih riskan kalau mobilnya diparkir di daerah terbuka dan rawan maling,” ucap Bambang.

Sementara, apabila mobil tersebut parkir di dalam garasi rumah yang aman dari tindak kejahatan, maka melepas kabel aki tidaklah masalah. “Untuk akinya bisa dilepas kabel yang negatifnya saja,” tutur Bambang.


Kembali ke atas